ym pingbox


kilas berita

 

A blog of all sections with no images
Mencegah Sakit Jantung Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 November 2007

Saat ini di dunia terjadi 15 juta kasus stroke dan 32 juta kasus serangan jantung per tahun. Penyakit kardiovaskuler tersebut terutama disebabkan oleh penimbunan lemak (aterosklerosis) di dinding pembuluh darah. Pemicunya antara lain tingginya kadar kolesterol, diabetes, darah tinggi, stres, kebiasaan merokok, serta polusi.

Berikut tindakan sederhana yang dapat melindungi Anda dan keluarga dari penyakit jantung dan stroke.
 
- Mendorong keluarga untuk makan makanan yang seimbang. Termasuk daging yang tidak berlemak (baik dikukus, direbus, dipanggang atau dibakar), ikan, sayur, kacang-kacangan dan produk-produk rendah kalori.

- Menyediakan setidaknya lima porsi sayur dan buah setiap hari.
 
- Memberikan air putih, susu rendah kalori atau susu segar, jus buah tanpa gula untuk keluarga serta hindari soft drink.
 
- Membekali anak anda sayuran dan buah.
 
- Tidak mengonsumsi garam secara berlebihan.
 
- Berolah raga selama 30 menit setiap hari dan banyak melakukan aktivitas fisik dalam melaksanakan tugas sehari-hari misalnya menggunakan tangga daripada lift.

- Buatlah rumah Anda bebas rokok dan pastikan anak Anda tidak merokok.
 
- Batasi waktu menonton. Sedapat mungkin matikan televisi atau komputer Anda, buatlah hari-hari anak penuh dengan aktivitas fisik. Cobalah sekali waktu mengantarkan anak Anda dengan berjalan kaki atau bersepeda.
 
- Setiap anggota keluarga cobalah untuk selalu memakan makanan bergizi, rajin olah raga dan tidak merokok.
 
- Jika Anda merasa bahwa salah satu anggota keluarga Anda memiliki risiko terhadap penyakit jantung, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
 
Sumber: The World Heart Federation/ kompas

 
Pekerjaan Bikin Stres Perburuk Jantung Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 November 2007

Apakah pekerjaan Anda sangat membuat stres? Pernahkah Anda terkena serangan jantung? Jika jawaban kedua pertanyaan itu iya, sebaiknya putuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut.

Saran tersebut disampaikan oleh para peneliti Kanada yang mengatakan orang yang pernah kena serangan jantung beresiko dobel mengalami serangan kedua jika tetap kembali pada pekerjaan yang mengundang stres. Risikonya bahkan naik hingga tiga kali lipat jika orang tersebut memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kegemukan, dan merokok.

Dalam penelitiannya, para ahli mengikuti riwayat kesehatan 972 pria dan wanita berusia kurang dari 60 tahun yang pernah mengalami serangan jantung antara tahun 1995-1997, namun mereka tetap bekerja. Setelah perkembangan kesehatan mereka dievaluasi enam tahun kemudian, sebanyak 124 responden ternyata mengalami serangan jantung keuda, 13 di antaranya fatal, dan 82 yang menderita angina.

Pekerjaan yang menimbulkan ketegangan mental dan kurangnya kontrol atas keputusan yang dibuat diduga menjadi faktor yang memperburuk risiko serangan jantung. Sayangnya tidak disebutkan jenis-jenis profesi apa saja yang kerap menimbulkan stres itu.

Setelah melihat faktor lain pencetus serangan jantung, seperti gaya hidup, demografi sosial, dan karakteristik pekerjaan, para peneliti menyimpulkan profesi dengan beban stres yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya serangan jantung.

"Hasil penelitian ini menyarankan tindakan pencegahan terjadinya serangan kedua adalah dengan mengurangi tekanan beban kerja atau mengganti jenis pekerjaan," kata Dr Paul J Rosch, presiden the American Institute of Stress. (reuters/An) dikutip dari Kompas 10 october 2007

 
Hidup Rukun Kurangi Risiko Penyakit Jantung Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 November 2007
 

LONDON, RABU - Hidup rukun dengan sesama bisa menyelamatkan Anda dari serangan jantung. Inilah hasil studi terhadap 9.000 pegawai negeri sipil Inggris yang dibuat Archives of Internal Medicine.

Laporan yang dikutip Reuters, Rabu (10/10), menemukan bahwa stres, permusuhan, dan hubungan yang diwarnai pertengkaran dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Peluang terkena serangan jantung dan nyeri dada pada orang yang terlibat dalam hubungan jelek dengan sesama meningkat 34 persen dibandingkan orang yang hidup rukun dengan teman atau pasangan.

"Kondisi jantung seseorang tampaknya dipengaruhi oleh hubungan dekat yang negatif. Kami menunjukkan bahwa aspek negatif sebuah hubungan ternyata berkaitan dengan penyakit jantung koroner," tulis para peneliti. Riset lain menunjukkan bahwa hubungan sosial yang lebih baik dapat menyehatkan jantung.(REUTERS/BSW)

dikutip dari  KOMPAS Kamis, 11 Oktober 2007
 
Hati-hati, Hipertensi Mengintai Anda Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 November 2007
Hipertensi seringkali muncul tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi lanjut yang berbahaya. Mengenali faktor risiko, pencegahan penyakit dan strategi pengobatan merupakan kunci mengatasi penyakit ini.

Penyakit yang disebut juga dengan penyakit tekanan darah tinggi ini sering muncul tanpa gejala dan penderitanya tidak merasakan sakit apa-apa. Para dokter menyebutnya sebagai silent disease.

Ketua Umum Hipertensi Indonesia, dr Arieska Ann Soenarta, SpJP, menjelaskan, hipertensi muncul karena adanya gangguan pada aliran darah, misalnya penyempitan akibat kotoran atau pengecilan pembuluh darah karena pengaruh tertentu. Karena itu diperlukan tekanan yang besar agar darah bisa mengalir.

"Untuk bisa mengontrol memang sebaiknya orang yang memiliki darah tinggi harus rajin memeriksakan tekanan darah. Paling tidak sebulan sekali," ujar wanita yang akrab dipanggil dr Ann ini.

Sementara itu ahli ginjal hipertensi, Prof dr Jose Roesma PhD mengatakan, saat ini tren hipertensi sebagian besar dipengaruhi adanya faktor keturunan. Dari 10 orang hipertensi, 90 persennya karena seseorang yang punya bakat. Dan penyakit ini bisa timbul karena ada pemicunya. Misalnya seorang yang gemuk, suka merokok, stres, makan garam yang berlebihan.

"Kita bisa cegah bakat yang sudah ada supaya tidak muncul. Caranya mudah saja, yaitu dengan menghindari faktor pemicu dan mengubah pola hidup. Bila memang tensinya sudah tinggi, maka harus diberi obat penurun tekanan darah tinggi," kata Prof Jose.

Hal senada juga dikatakan Prof Jusuf Misbach dari Departemen Neurologi RSCM. Menurut dia, 90 persen penyakit hipertensi disebabkan karena genetik. Hal ini terjadi adanya trasformasi genetik. Dan tren yang berkembang saat ini banyak ditemui pada usia muda. Menurut data RSCM, 5 persen dari penderita stroke berusia di bawah 40 tahun.

Prof Jusuf bilang, orang yang sudah memiliki bakat sebaiknya rutin memeriksakan tekanan darah dan merubah gaya hidup. Patokan tekanan darah tinggi kalau diukur tekanan sistoliknya lebih besar atau sama dengan 140 mmHg, sedangkan tekanan diastolik lebih atau sama dengan 90mmHg.

Dan perlu diperhatikan bahwa penyakit darah tinggi ini tidak saja dialami pada orang dengan tingkat ekonomi tinggi. Mereka yang pendapatannya rendah bisa mengalami hal yang sama. Terutama di negara berkembang jumlahnya bisa dua kali lipat.

"Orang dengan lower income juga mengalami stres kehidupan, makan seadanya seperti mi instan yang memakai bumbu MSG. Kesehatannya tidak terkontrol dengan baik, tahu-tahu datang ke Puskesmas sudah mengalami hipertensi," kata Prof Jusuf yang berbicara pada pertemuan ilmiah Perhimpunan Hipertensi Indonesia di Hotel Four Season, Kuningan, akhir pekan lalu.

Penderita hipertensi pun semakin meningkat namun untuk pendataan masalah ini di Indonesia belum tertangani dengan baik. Prof Jusuf menyebutkan hanya 50 persen penderita hipertensi yang terdeteksi. Dari jumlah tersebut hanya 50 persen yang berobat secara teratur dan hanya setengahnya yang terkontrol dengan baik. Artinya, dari seluruh penderita hipertensi di Indonesia yang terkontrol dengan baik jumlahnya di bawah 10 persen.

Secara umum hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Pada hipertensi primer sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Jumlah penderitanya hingga kini mencapai lebih dari 90 persen dari seluruh penderita hipertensi.

Sedangkan hipertensi sekunder disebabkan adanya penyakit lain, misalnya saja pada gangguan ginjal, penyempitan pembuluh darah terutama ginjal, tumor tertentu atau gangguan hormon. Prof Jose bilang, gangguan tersebut mengakibatkan gangguan aliran darah, akibatnya jantung harus bekerja lebih kuat, sehingga tekanan darah meningkat.

Prof Jose mengingatkan, sebaiknya tetap waspada terhadap hipertensi ringan. Memang penyakit itu tidak mengakibatkan masalah serius dalam waktu dekat. Namun bila dibiarkan saja bisa timbul komplikasi jantung, stroke dan gagal ginjal. dan kerusakan organ biasanya baru terjadi 10-15 tahun kemudian.

"Bagi yang tekanan darahnya masih dalam batas normal atau sedikit tinggi juga tidak  boleh seenaknya. Apalagi yang usianya sudah 50 tahun, banyak yang sudah menderita hipertensi. Padahal sebelumnya mereka memiliki tekanan darah normal," ujar Prof Jose.

Untuk pengobatannya jika masih dalam taraf ringan biasanya dokter akan menganjurkan perubahan gaya hidup. Menghindari garam, lemak dan makanan lain yang bisa mengakibatkan gangguan pembuluh darah. Selain itu berolahraga dan mengurangi stres juga merupakan gaya hidup yang sebaiknya dijalani.

Ada beberapa obat untuk mengatasi hipertensi. Ada yang termasuk golongan diuresis, alpha blocker, beta blocker, ACE inhibitor dan vasodilator. Selain itu ada obat yang langsung ke saraf. Obat hipertensi individual sifatnya, artinya cocok pada satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. (dam/dikutip dari kompas)

 
Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 30 November 2007

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Pada akhir abad 20, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian di negara maju dan negara berkembang. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Sedangkan data kematian di rumah sakit tahun 2005 sebesar 16,7%. Faktor resiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipetensi, di samping hiperkolesterollemia dan diabetes melitus.Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) menyatakan, prevalensi hipertensi di Indonesia pada daerah urban dan rural berkisar antara 17-21%. Data secara nasional yang ada belum lengkap. Sebagian besar penderita hipertensi di Indonesia tidak terdeteksi, sementara mereka yang terdeteksi umumnya tidak menyadari kondisi penyakitnya, ujarnya pada Peringatan Hari Hipertensi 2007 di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.


Selengkapnya...
 
Tekanan darah bervariasi setiap saat Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh tekanandarah   
Sabtu, 12 Mei 2007

? Mengapa tekanan darah saya berubah ubah setiap kali mengukur? Mungkinkan alat tekanan darah saya tidak benar? 

Selengkapnya...
 

 

Jendela

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke

Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau tidak makan ikan sama sekali.


Hal ini berdasarkan kesimpulan dari analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada partisipan yang menderita stroke.

 

Read More

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang

Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Denyut jantung dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.

Read More

Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi

SATU dari tiga orang dewasa menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi mereka.

Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog, ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.

Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak). Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing," tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.

Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini, mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."


Read More

9 dari 10 Orang Hipertensi Karena Keturunan

Jakarta, Hipertensi atau tekanan darah tinggi memang diketahui merupakan suatu kondisi yang diturunkan. Sebanyak 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi terbukti karena faktor keturunan.

"Sekitar 90-95 persen atau 9 dari 10 penderita hipertensi karena faktor keturunan, jadi artinya sudah ada bakat yang diturunkan," ujar Prof DR Dr Jose Roesma, SpPD-KGH dalam acara The 5th Scientific Meeting on Hypertension 2011 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

Read More

Kalori yang Dibakar Saat Berjalan Tergantung Tinggi Badan

Jakarta, Berjalan kaki bisa membantu membakar kalori di dalam tubuh. Tapi ternyata jumlah kalori yang dibakar dalam aktivitas berjalan ini tergantung dari tinggi badan yang dimiliki seseorang.

Para peneliti mengungkapkan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi banyaknya kalori yang dibakar saat seseorang berjalan, yaitu jarak yang ditempuh dan juga mempertimbangkan ukuran tubuh.

Read More

Berita sejenis

Indomedica kemayoran B070 May 5-8 2011

 

Tersedia di Indomedica

Kemayoran booth B070

May 5- 8 2011

pemesanan: 021 98721137

kami hadiri19-22 Okt 2011: