ym pingbox


chat with us:

customer service

nani

adi 

kilas berita






Lupa Kata Sandi?
Belum terdaftar? Daftar baru

 

Kebanyakan Stroke Berawal dari Sakit Kepala Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh detikhealth   
Rabu, 23 Juni 2010

Kebanyakan kasus stroke berawal dari gejala ringan seperti sakit kepala. Namun, banyak awam yang menganggapnya sebagai sakit kepala biasa. Sakit kepala memang gejala stroke yang minimal tapi tak bisa dianggap biasa.

dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad yang merupakan dokter spesialis radiologi mengatakan gejala ringan seperti sakit kepala memang cukup minimal, tetapi dalam pemeriksaan lanjutan mungkin ditemukan kelainan.

Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut penting sekali untuk dilakukan jika kerap terserang sakit kepala apalagi sampai sakit kepala yang kronis.

Menurutnya, jika seseorang terkena stroke, masih bisa diselamatkan jika saat kejadian langsung di bawa ke rumah sakit kurang dari 3 jam.

"Pasien stroke bisa diobati bila dalam waktu kurang dari 3 jam dibawa ke tempat yang tepat," ujar dr. Prijo dalam acara 'Neurovascular Roundtable Case Board Discussion' di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Rabu (23/6/2010).

Sakit kepala ini merupakan gejala stroke ringan yang bisa hilang dalam beberapa menit atau jam. Selain sakit kepala, gejala stroke ringan lainnya antara lain bingung, pandangan kabur, kesemutan dan hilang keseimbangan.

Stroke terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis) atau pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak.

Stroke bisa datang kapan saja tanpa disadari. Orang biasanya baru sadar ketika sudah pingsan atau terjadi kelumpuhan di salah satu sisi tubuhnya.

Jika sudah dalam kondisi tersebut menurut dr Prijo pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang tepat. Yang dimaksud tempat yang tepat adalah rumah sakit yang memiliki peralatan dan para ahli yang memadai.

"Bila dalam waktu kurang dari 3 jam pasien tersebut dibawa ke rumah sakit, sumbatan yang terjadi dapat dilarutkan dan kecacatan dapat dikurangi," katanya.

Sementara dr. Nerissa U. Ko, M.D., seorang Neurointensivist dari University of California San Fransisco Medical Center, berpendapat bahwa dalam menangani setiap kasus stroke janganlah dilakukan secara agresif.

Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.
 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Jendela

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke

Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau tidak makan ikan sama sekali.


Hal ini berdasarkan kesimpulan dari analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada partisipan yang menderita stroke.

 

Read More

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang

Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Denyut jantung dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.

Read More

Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi

SATU dari tiga orang dewasa menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi mereka.

Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog, ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.

Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak). Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing," tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.

Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini, mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."


Read More

9 dari 10 Orang Hipertensi Karena Keturunan

Jakarta, Hipertensi atau tekanan darah tinggi memang diketahui merupakan suatu kondisi yang diturunkan. Sebanyak 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi terbukti karena faktor keturunan.

"Sekitar 90-95 persen atau 9 dari 10 penderita hipertensi karena faktor keturunan, jadi artinya sudah ada bakat yang diturunkan," ujar Prof DR Dr Jose Roesma, SpPD-KGH dalam acara The 5th Scientific Meeting on Hypertension 2011 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

Read More

Kalori yang Dibakar Saat Berjalan Tergantung Tinggi Badan

Jakarta, Berjalan kaki bisa membantu membakar kalori di dalam tubuh. Tapi ternyata jumlah kalori yang dibakar dalam aktivitas berjalan ini tergantung dari tinggi badan yang dimiliki seseorang.

Para peneliti mengungkapkan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi banyaknya kalori yang dibakar saat seseorang berjalan, yaitu jarak yang ditempuh dan juga mempertimbangkan ukuran tubuh.

Read More

Berita sejenis

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Ken...
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang de...
More  ]
Waspada Penyakit Pasca Lebaran
Jakarta, Lebaran merupakan momen yang paling penting oleh umat Muslim setelah bulan Ramadhan berakhi...
More  ]
Marah-marah Bikin Serangan Jantung?
Jakarta, Orang yang gampang marah-marah biasanya paling rawan kena serangan jantung. Bagaimana p...
More  ]
HOSPITAL EXPO 2007
  Hospital Expo 2007 akan berlangsung dari tanggal 5 sampai 8 september 2007, di Jakarta ...
More  ]

Indomedica kemayoran B070 May 5-8 2011

 

Tersedia di Indomedica

Kemayoran booth B070

May 5- 8 2011

pemesanan: 021 98721137

kami hadiri19-22 Okt 2011:


 


 

 

etalase

TM-2480 printer terminal
TM-2480 printer terminal

produk unggulan

UM-101 sphygmomanometer roller stand mobile
UM-101 sphygmomanometer roller stand mobile

Produk terbaru

Women BP
Women BP
 Call for Pricing
UW-101 Pedometer 3 axis
UW-101 Pedometer 3 axis
 Call for Pricing