|
chat with us:
customer service
nani 
adi 
kilas berita
|
|
Kolesterol versus Kalori |
|
|
|
Ditulis oleh detikhealth
|
|
Senin, 12 Juli 2010 |
|
Jakarta, Kolesterol dan kalori adalah dua hal yang
memiliki fungsi berbeda meski keduanya bisa bersumber dari makanan.
Keduanya diperlukan tubuh tapi jika dikonsumsi dalam berlebihan bisa
berkontribusi terhadap penyakit
kronis.
Secara kebetulan, banyak makanan
yang tinggi kolesterol juga tinggi kalori. Hal ini karena makanan
kolesterol tinggi cenderung tinggi lemak, dan lemak memiliki kalori
paling tinggi.
Tidak semua makanan mengandung kolesterol tapi
semua makanan memiliki kalori. Kolesterol hanya ditemukan dalam produk
hewan seperti kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim
dan produk susu.
Sedangkan kalori dimiliki hampir semua makanan.
Meski menurut Departemen Pertanian AS (USDA), makanan yang sehat
adalah yang secara alami mengandung rendah kalori dan dikemas dengan
nutrisi penting.
Makanan rendah kalori contohnya seperti buah-buahan, sayuran,
biji-bijian, produk susu rendah lemak, serta berprotein seperti ikan,
kacang, kedelai dan dada ayam tanpa kulit.
Kolesterol
Kolesterol
adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah dan sel-sel tubuh dan
merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh manusia untuk
menjalankan fungsi utamanya.
Kolesterol disusun dalam tubuh oleh
hati dan kemudian dikirim ke berbagai bagian tubuh oleh darah. Menurut
American Heart Association (AHA), kolesterol digunakan untuk membentuk
membran sel dan hormon.
Dua jenis utama dari kolesterol adalah
low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL
tinggi dan HDL rendah merupakan faktor risiko penyakit
jantung.
LDL seharusnya di bawah 160-190
mg/dL bagi kebanyakan orang dan kurang dari 100-130 mg/dL untuk
penderita diabetes dan orang yang berisiko penyakit jantung. Sedangkan
HDL sebaiknya di atas 40-50 mg/dL untuk kesehatan
yang baik.
LDL dapat diturunkan dengan membatasi makanan tinggi
kolesterol dan HDL dapat ditingkatkan dengan memperbanyak latihan
olahraga.
Dilansir dari Livestong, Senin (12/7/2010), Federal
dietary guidelines merekomendasikan untuk membatasi kolesterol
kurang dari 300 mg per hari. Tapi orang dengan penyakit jantung harus
membatasi asupan kolesterol kurang dari 200 mg per hari.
Kalori
Kalori
merupakan jumlah energi yang tersimpan dalam makanan atau satuan untuk
menghitung energi. Dengan kata lain, makanan yang tinggi kalori akan
menghasilkan lebih banyak energi.
Asal tahu saja, lemak memiliki
jumlah kalori paling banyak ketimbang karbohidrat dan protein. Makan
terlalu sedikit kalori dapat menyebabkan kekurangan gizi, tapi makan
kalori berlebihan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan
obesitas (kegemukan).
Obesitas merupakan faktor risiko penyakit
jantung, diabetes, kanker, liver, penyakit ginjal, stroke dan kondisi
kronis lainnya. Maka jumlah kalori yang dikonsumsi sehari harus seimbang
dengan jumlah kalori yang dihabiskan melalui kegiatan sehari-hari dan
olahraga.
Menurut AHA, rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar
2.000 kalori per hari, tetapi angka tersebut berbeda berdasarkan usia,
jenis kelamin, tingkat aktivitas dan tujuan kesehatan.
Secara
umum, laki-laki, orang yang aktif secara fisik dan dewasa muda
membutuhkan lebih banyak kalori ketimbang yang lainnya. Orang yang
kegemukan perlu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan tingkat
aktivitas fisik untuk mendukung penurunan berat badan.
Cara
mengurangi kolesterol dan kalori
Orang yang kegemukan
harus mengurangi asupan kolesterol dan kalori. Makan makanan nabati
seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, serta membatasi daging dan
produk susu tinggi lemak akan membantu mengurangi asupan kolesterol dan
kalori.
Asupan kalori juga dapat dikurangi dengan mengurangi
jumlah lemak, gula dan alkohol, yaitu dengan membatasi makanan goreng,
makanan cepat saji, soda, makanan penutup (dessert) yang manis, makanan
ringan, mentega, krim dan permen. |

Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke
Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka
rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali
seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau
tidak makan ikan sama sekali.
Hal ini berdasarkan kesimpulan dari
analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun
dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada
partisipan yang menderita stroke.
Read More
Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung
normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100
kali per menit ketika sedang beristirahat.
Denyut jantung
dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan
jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung
sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.
Read More
Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi
SATU dari tiga orang dewasa
menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan
bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga
dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi
mereka.
Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog,
ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi
merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa
muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.
Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the
University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang
mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum
terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk
beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali
menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran
darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak).
Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali
rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing,"
tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.
Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut
Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap
selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan
naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini,
mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan
menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."
Read More
9 dari 10 Orang Hipertensi Karena Keturunan
Jakarta, Hipertensi atau tekanan darah tinggi memang
diketahui merupakan suatu kondisi yang diturunkan. Sebanyak 9 dari 10
orang yang menderita hipertensi terbukti karena faktor keturunan.
"Sekitar
90-95 persen atau 9 dari 10 penderita hipertensi karena faktor
keturunan, jadi artinya sudah ada bakat yang diturunkan," ujar Prof DR
Dr Jose Roesma, SpPD-KGH dalam acara The 5th Scientific Meeting on
Hypertension 2011 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).
Read More
Kalori yang Dibakar Saat Berjalan Tergantung Tinggi Badan
Jakarta, Berjalan kaki bisa membantu membakar kalori di
dalam tubuh. Tapi ternyata jumlah kalori yang dibakar dalam aktivitas
berjalan ini tergantung dari tinggi badan yang dimiliki seseorang.
Para
peneliti mengungkapkan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi
banyaknya kalori yang dibakar saat seseorang berjalan, yaitu jarak yang
ditempuh dan juga mempertimbangkan ukuran tubuh.
Read More
Berita sejenis
|
|
Indomedica kemayoran B070 May 5-8 2011
Tersedia di Indomedica
Kemayoran booth B070
May 5- 8 2011
pemesanan: 021 98721137
kami hadiri19-22 Okt 2011:

etalase
Weight Diary free software

|
produk unggulan
UW-101 Pedometer 3 axis

|
|