|
chat with us:
customer service
nani 
adi 
kilas berita
|
|
Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 30 November 2007 |
|
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan
penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Pada
akhir abad 20, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab
utama kematian di negara maju dan negara berkembang. Berdasarkan Survei
Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit
jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Sedangkan data
kematian di rumah sakit tahun 2005 sebesar 16,7%. Faktor resiko utama
penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipetensi, di samping
hiperkolesterollemia dan diabetes melitus.Menteri Kesehatan Dr. dr.
Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) menyatakan, prevalensi hipertensi di
Indonesia pada daerah urban dan rural berkisar antara 17-21%. Data
secara nasional yang ada belum lengkap. Sebagian besar penderita
hipertensi di Indonesia tidak terdeteksi, sementara mereka yang
terdeteksi umumnya tidak menyadari kondisi penyakitnya, ujarnya pada
Peringatan Hari Hipertensi 2007 di RS Jantung dan Pembuluh Darah
Harapan Kita Jakarta.
Di dunia, hampir 1 milyar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita
tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronis
serius yang bisa merusak organ tubuh. Setiap tahun darah tinggi menjadi
penyebab 1 dari setiap 7 kematian (7 juta per tahun) disamping
menyebabkan kerusakan jantung, mata, otak dan ginjal. Berdasarkan data
WHO dari 50% penderita hipertensi yang diketahui hanya 25% yang
mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati dengan baik
(adequately treated cases). Padahal hipertensi merupakan penyebab utama
penyakit jantung, otak, syaraf, kerusakan hati dan ginjal sehingga
membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini merupakan beban yang
besar baik untuk keluarga, masyarakat maupun negara, kata Dr. Siti
Fadilah. Di negara maju, lanjut Dr. Siti Fadilah, pengendalian
hipertensi juga belum memuaskan, bahkan di banyak negara pengendalian
tekanan darah hanya 8% karena menyangkut banyak faktor baik dari
penderita, tenaga kesehatan, obat-obatan maupun pelayanan kesehatan.
Dr. Siti Fadilah Supari yang juga ahli jantung menyatakan, hipertensi
sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risiko
dapat dikendalikan. Upaya tersebut meliputi monitoring tekanan darah
secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, peningkatan
aktivitas fisik/gerak badan, diet yang sehat dengan kalori seimbang
melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Hal ini
merupakan kombinasi upaya mandiri oleh individu/masyarakat dan didukung
oleh program pelayanan kesehatan yang ada dan harus dilakukan sedini
mungkin. Menkes Dr. Siti Fadilah mendukung kampanye ”120/180” yang
dilakukan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Yayasan Jantung
Indonesia, Indonesia Society of Hypertension (INA-SH) dan Novartis
Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang bahaya penyakit hipertensi sekaligus memperingati
Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day) ke-3 yang jatuh pada
tanggal 17 Mei 2007 dengan tema ” Better Diet for Better Blood Pressure
”. Di Indonesia, peringatan Hari Hipertensi merupakan yang pertama
dilakukan dengan tema Jagalah Tekanan Darah Anda pada Batas yang Aman
merupakan kerja sama Depkes, Dinas Kesehatan di 8 propinsi, Yayasan
Jantung Indonesia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita serta
INA-SH ditandai dengan serangkaian kegiatan talkshow, pameran,
pemeriksaan tekanan darah di 8 propinsi yaitu Sulawesi Selatan,
Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat,
Jawa Timur, dan Kalimantan Timur serta seminar. Talkshow dan
pemeriksaan tekanan darah yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik
Depkes tanggal 28 Mei 2007 mendapat sambutan yang antusias dari para
karyawan Depkes. Dalam acara yang dibuka Dr. Indrijono Tantoro, MPH,
Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan mewakili
Menkes menampilkan pembicara Dr. Achmad Hardiman, Sp. KJ, Direktur
Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen PP dan PL Depkes dan Prof.
Dr. Dr. Budhi Setianto, Sp. JP dari RS Jantung dan Pembuluh Darah
Harapan Kita Jakarta. Menurut dr. Achmad Hardiman, orang yang beresiko
terkena hipertensi adalah pria berusia diatas 45 tahun atau wanita
diatas usia 55 tahun serta ada riwayat keturunan. Faktor lainnya yaitu
kegemukan (obesitas), merokok, minum alkohol, menkonsumsi garam
berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan
lain-lain. Sementara itu Prof. Dr. dr. Budhi Setianto,
mengklasifikasikan tekanan darah tinggi menjadi 4 tingkatan yaitu
normal (SBP = Sistole Blood Pressure < 120 mm Hg dan Distole Blood
Pressure = DBP < 80 mm Hg), pra hipertensi (SBP 120-139 mm Hg dan
DBP 80-89 mm Hg), hipertensi tahap 1 (SBP 140-159 mm Hg dan DBP 90-99
mm Hg) dan hipertensi tahap 2 (SBP >= 160 dan DBP >= 100. mm Hg.)
Menurut Dr. Budhi Setianto, darah tinggi ditandai dengan sakit kepala,
jantung berdebar-debar, sakit di tengkuk, mudah lelah, penglihatan
kabur dan mimisan (perdarahan hidung). Apabila seseorang mempunyai
gejala-gejala tersebut, Dr. Budi Setianto menganjurkan kontrol ke
dokter, minum obat teratur, olah raga terukur dan teratur, timbang
berat badan dan ukur lingkar perut, hati-hati makan dan minum, berhenti
merokok dan menjaga kesehatan mental. Berita ini disiarkan oleh Pusat
Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk
informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor
telepon/faks:021-5223002 dan 52960661, atau e-mail
Email telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya
dan
Email telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya
|

Interhash 2012
Interhash merupakan event hash (olahraga lintas alam) terbesar dan diadakan secara internasional. Diikuti oleh kurang lebih 5000 orang hasher dari berbagai negara termasuk seluruh hash club di Indonesia dengan peserta yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas.
Pada tahun 2012 ini, diadakan event Interhash di kota Yogyakarta dan berpusat di candi Borobudur. Selama hampir satu minggu, para peserta akan berkumpul di basecamp hotel Rich, Jalan Magelang, Yogyakarta dan mengikuti run di candi Borobudur, Prambanan dll.
more information please visit http://www.interhash2012.com
Read More
Stres Lebih Berdampak Buruk Bagi Jantung Perempuan
Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak bagi kesehatan seseorang termasuk jantung. Tapi efek stres bagi jantung ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan berisiko kena masalah jantung akibat stres.
Studi baru menemukan aliran darah di jantung akan meningkat ketika laki-laki mengalami stres mental, tapi kondisi ini tidak terjadi pada perempuan sehingga membuatnya lebih mungkin memiliki masalah jantung ketika menderita gangguan emosi.
Para peneliti dari Penn State College of Medicine mengukur denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah di jantung pada 17 orang dewasa sehat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan saat istirahat dan ketika melakukan tes aritmatika selama 3 menit.
Sementara itu untuk meningkatkan kadar stres dari para peserta maka peneliti mendesak peserta untuk bergegas dan memberitahu peneliti manakah jawaban yang tepat dan mana yang salah.
Pada saat istirahat, laki-laki dan perempuan hanya menunjukkan sedikit perbedaan dalam denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah jantung. Namun saat stres mengerjakan tugas aritmatika, aliran darah ke jantung meningkat pada laki-laki sedang perempuan tidak.
"Ini yang membuat perempuan lebih rentan terhadap masalah jantung saat berada di bawah tekanan dan cenderung memiliki masalah jantung setelah mengalami peristiwa stres, seperti kehilangan pasangan," ujar pemimpin studi Chester Ray, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/4/2012).
Ray menuturkan pengurangan stres adalah bagian yang penting bagi siapa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Namun perempuan lebih ditekankan karena stres yang dialami berpotensi menempatkannya pada risiko lebih besar terkena koroner.
Dalam jumlah yang kecil atau sedikit, stres memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika stres yang terjadi terus menerus atau berlebihan maka bisa menyebabkan beberapa reaksi di dalam tubuh.
(ver/ir)
Read More
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke
Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka
rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali
seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau
tidak makan ikan sama sekali.
Hal ini berdasarkan kesimpulan dari
analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun
dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada
partisipan yang menderita stroke.
Read More
Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung
normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100
kali per menit ketika sedang beristirahat.
Denyut jantung
dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan
jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung
sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.
Read More
Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi
SATU dari tiga orang dewasa
menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan
bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga
dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi
mereka.
Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog,
ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi
merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa
muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.
Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the
University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang
mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum
terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk
beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali
menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran
darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak).
Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali
rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing,"
tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.
Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut
Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap
selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan
naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini,
mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan
menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."
Read More
Berita sejenis
|
|
Visit Us May 22-26, 2012
Hotel Rich Jogjakarta
May 22-27 2012
Interhash 2012
etalase
UC-321 koneksi Bluetooth

|
produk unggulan
UA-853 time wise tracking

|
|