|
chat with us:
customer service
nani 
adi 
kilas berita
|
|
Pekerjaan Bikin Stres Perburuk Jantung |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 30 November 2007 |
|
Apakah pekerjaan Anda sangat
membuat stres? Pernahkah Anda terkena serangan jantung? Jika jawaban
kedua pertanyaan itu iya, sebaiknya putuskan untuk berhenti dari
pekerjaan tersebut.
Saran tersebut disampaikan oleh para peneliti Kanada yang mengatakan
orang yang pernah kena serangan jantung beresiko dobel mengalami
serangan kedua jika tetap kembali pada pekerjaan yang mengundang stres.
Risikonya bahkan naik hingga tiga kali lipat jika orang tersebut
memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kegemukan, dan
merokok.
Dalam penelitiannya, para ahli mengikuti riwayat kesehatan 972 pria
dan wanita berusia kurang dari 60 tahun yang pernah mengalami serangan
jantung antara tahun 1995-1997, namun mereka tetap bekerja. Setelah
perkembangan kesehatan mereka dievaluasi enam tahun kemudian, sebanyak
124 responden ternyata mengalami serangan jantung keuda, 13 di
antaranya fatal, dan 82 yang menderita angina.
Pekerjaan yang menimbulkan ketegangan mental dan kurangnya kontrol
atas keputusan yang dibuat diduga menjadi faktor yang memperburuk
risiko serangan jantung. Sayangnya tidak disebutkan jenis-jenis profesi
apa saja yang kerap menimbulkan stres itu.
Setelah melihat faktor lain pencetus serangan jantung, seperti gaya
hidup, demografi sosial, dan karakteristik pekerjaan, para peneliti
menyimpulkan profesi dengan beban stres yang tinggi merupakan faktor
risiko terjadinya serangan jantung.
"Hasil penelitian ini menyarankan tindakan pencegahan terjadinya
serangan kedua adalah dengan mengurangi tekanan beban kerja atau
mengganti jenis pekerjaan," kata Dr Paul J Rosch, presiden the American
Institute of Stress. (reuters/An) dikutip dari Kompas 10 october 2007
|

Interhash 2012
Interhash merupakan event hash (olahraga lintas alam) terbesar dan diadakan secara internasional. Diikuti oleh kurang lebih 5000 orang hasher dari berbagai negara termasuk seluruh hash club di Indonesia dengan peserta yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas.
Pada tahun 2012 ini, diadakan event Interhash di kota Yogyakarta dan berpusat di candi Borobudur. Selama hampir satu minggu, para peserta akan berkumpul di basecamp hotel Rich, Jalan Magelang, Yogyakarta dan mengikuti run di candi Borobudur, Prambanan dll.
more information please visit http://www.interhash2012.com
Read More
Stres Lebih Berdampak Buruk Bagi Jantung Perempuan
Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak bagi kesehatan seseorang termasuk jantung. Tapi efek stres bagi jantung ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan berisiko kena masalah jantung akibat stres.
Studi baru menemukan aliran darah di jantung akan meningkat ketika laki-laki mengalami stres mental, tapi kondisi ini tidak terjadi pada perempuan sehingga membuatnya lebih mungkin memiliki masalah jantung ketika menderita gangguan emosi.
Para peneliti dari Penn State College of Medicine mengukur denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah di jantung pada 17 orang dewasa sehat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan saat istirahat dan ketika melakukan tes aritmatika selama 3 menit.
Sementara itu untuk meningkatkan kadar stres dari para peserta maka peneliti mendesak peserta untuk bergegas dan memberitahu peneliti manakah jawaban yang tepat dan mana yang salah.
Pada saat istirahat, laki-laki dan perempuan hanya menunjukkan sedikit perbedaan dalam denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah jantung. Namun saat stres mengerjakan tugas aritmatika, aliran darah ke jantung meningkat pada laki-laki sedang perempuan tidak.
"Ini yang membuat perempuan lebih rentan terhadap masalah jantung saat berada di bawah tekanan dan cenderung memiliki masalah jantung setelah mengalami peristiwa stres, seperti kehilangan pasangan," ujar pemimpin studi Chester Ray, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/4/2012).
Ray menuturkan pengurangan stres adalah bagian yang penting bagi siapa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Namun perempuan lebih ditekankan karena stres yang dialami berpotensi menempatkannya pada risiko lebih besar terkena koroner.
Dalam jumlah yang kecil atau sedikit, stres memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika stres yang terjadi terus menerus atau berlebihan maka bisa menyebabkan beberapa reaksi di dalam tubuh.
(ver/ir)
Read More
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke
Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka
rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali
seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau
tidak makan ikan sama sekali.
Hal ini berdasarkan kesimpulan dari
analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun
dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada
partisipan yang menderita stroke.
Read More
Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung
normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100
kali per menit ketika sedang beristirahat.
Denyut jantung
dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan
jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung
sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.
Read More
Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi
SATU dari tiga orang dewasa
menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan
bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga
dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi
mereka.
Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog,
ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi
merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa
muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.
Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the
University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang
mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum
terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk
beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali
menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran
darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak).
Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali
rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing,"
tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.
Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut
Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap
selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan
naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini,
mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan
menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."
Read More
|
|
Visit Us May 22-26, 2012
Hotel Rich Jogjakarta
May 22-27 2012
Interhash 2012
etalase
tas dokter

|
produk unggulan
UA-852 3 reminder in 24 hours

|
|