|
kilas berita
|
|
wakame (rumput laut) untuk tekanan darah |
|
|
|
Ditulis oleh berita iptek
|
|
Jumat, 30 November 2007 |
Rumput laut adalah salah satu makanan tradisional yang populer di
Jepang. Salah satu rumput laut yang sering di konsumsi adalah Wakame.
Bagi yang pernah/sedang tinggal di Jepang tentunya sudah pasti
mengetahui nama wakame. Wakame (Undaria pinnatifida), sering disajikan sebagai salad, sup, dan sebagai penghias pada beberapa sajian makanan.
Beberapa studi meyebutkan bahwa wakame mempunyai beberapa manfaat
kesehatan, seperti mencegah hiperlipidemia (kelebihan lemak) dan
mencegah terjadinya kanker (percobaan pada tikus), serta sebagai bahan
yang dapat menurunkan tekanan darah pada manusia. Adanya kandungan
serat makanan dan beberapa jenis mineral menyebabkan wakame bermanfaat
untuk mencegah akibat gizi lebih.
Penelitian Sato, dkk yang telah dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry (2002), berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi 7 peptida yang berasal dari wakame. Selanjutnya menggunakan tikus spontaneously hypertensive rats
(SHR); spesies tikus hipertensi secara genetik, mereka berhasil
membuktikan peptida-peptida tersebut dapat menghambat aktivitas angiotensin 1-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan tekanan darah.
Dengan mengunakan liquid chromatography-mass spectrometry
(LC-MS), berhasil diidentifikasi asam-asam amino penyusun
peptida-peptida terebut. Ke-7 peptida tersebut adalah valin-tirosin,
isoleusin-tirosin, alanin-triptofan, phenilalanin-tirosin,
valin-triptofan, isoleuusin-triptofan, dan leusin-triptofan. Ke-7
peptida tersebut mempunyai nilai IC50 (35.2; 6.1; 18.8; 42.3; 3.3; 1.5; dan 23.6 mikromolar). Nilai IC50 adalah nilai yang menunjukkan kemampuan peptida menghambat 50 persen aktivitas ACE.
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin
II dari angiotensin I oleh ACE. ACE memegang peranan fisiologis penting
dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang
diproduksi hati, yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan
diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Oleh ACE
yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II
(oktapeptida yang sangat aktif). Angiotensin II inilah yang memiliki
peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.
Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan
rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan
bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan
meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh
(antidiuresis) sehingga urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya.
Untuk mengencerkan, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan
dengan cara menarik cairan dari bagian instraseluler. Akibatnya volume
darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah.
Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal.
Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi
ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal.
Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara
meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan
meningkatkan volume dan tekanan darah.
Beberapa peptida yang diidentifikasi dari wakame dapat berperan sebagai
penurun tekanan darah, melalui aksi penghambatan aktivitas ACE. Dengan
adanya peptida yang bersifat sebagai penghambat ACE (ACE inhibitor),
maka aktivitas ACE dalam mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II
akan terganggu, sehingga tekanan darah dapat diturunkan.(BI; dari berbagai sumber/am).berita iptek
|

Interhash 2012
Interhash merupakan event hash (olahraga lintas alam) terbesar dan diadakan secara internasional. Diikuti oleh kurang lebih 5000 orang hasher dari berbagai negara termasuk seluruh hash club di Indonesia dengan peserta yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas.
Pada tahun 2012 ini, diadakan event Interhash di kota Yogyakarta dan berpusat di candi Borobudur. Selama hampir satu minggu, para peserta akan berkumpul di basecamp hotel Rich, Jalan Magelang, Yogyakarta dan mengikuti run di candi Borobudur, Prambanan dll.
more information please visit http://www.interhash2012.com
Read More
Stres Lebih Berdampak Buruk Bagi Jantung Perempuan
Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak bagi kesehatan seseorang termasuk jantung. Tapi efek stres bagi jantung ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan berisiko kena masalah jantung akibat stres.
Studi baru menemukan aliran darah di jantung akan meningkat ketika laki-laki mengalami stres mental, tapi kondisi ini tidak terjadi pada perempuan sehingga membuatnya lebih mungkin memiliki masalah jantung ketika menderita gangguan emosi.
Para peneliti dari Penn State College of Medicine mengukur denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah di jantung pada 17 orang dewasa sehat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan saat istirahat dan ketika melakukan tes aritmatika selama 3 menit.
Sementara itu untuk meningkatkan kadar stres dari para peserta maka peneliti mendesak peserta untuk bergegas dan memberitahu peneliti manakah jawaban yang tepat dan mana yang salah.
Pada saat istirahat, laki-laki dan perempuan hanya menunjukkan sedikit perbedaan dalam denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah jantung. Namun saat stres mengerjakan tugas aritmatika, aliran darah ke jantung meningkat pada laki-laki sedang perempuan tidak.
"Ini yang membuat perempuan lebih rentan terhadap masalah jantung saat berada di bawah tekanan dan cenderung memiliki masalah jantung setelah mengalami peristiwa stres, seperti kehilangan pasangan," ujar pemimpin studi Chester Ray, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/4/2012).
Ray menuturkan pengurangan stres adalah bagian yang penting bagi siapa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Namun perempuan lebih ditekankan karena stres yang dialami berpotensi menempatkannya pada risiko lebih besar terkena koroner.
Dalam jumlah yang kecil atau sedikit, stres memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika stres yang terjadi terus menerus atau berlebihan maka bisa menyebabkan beberapa reaksi di dalam tubuh.
(ver/ir)
Read More
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke
Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka
rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali
seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau
tidak makan ikan sama sekali.
Hal ini berdasarkan kesimpulan dari
analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun
dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada
partisipan yang menderita stroke.
Read More
Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung
normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100
kali per menit ketika sedang beristirahat.
Denyut jantung
dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan
jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung
sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.
Read More
Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi
SATU dari tiga orang dewasa
menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan
bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga
dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi
mereka.
Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog,
ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi
merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa
muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.
Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the
University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang
mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum
terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk
beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali
menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran
darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak).
Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali
rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing,"
tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.
Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut
Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap
selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan
naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini,
mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan
menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."
Read More
|
|
Visit Us May 22-26, 2012
Hotel Rich Jogjakarta
May 22-27 2012
Interhash 2012
|