ym pingbox


kilas berita

 

Jenis Penyakit Kardiovaskular yang Harus Diwaspadai Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh kompas   
Rabu, 05 Desember 2007

Seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Meski penyakit kanker dan HIV-AIDS masih menjadi momok bagi sebagaian besar masyarakat, namun "pembunuh" sesungguhnya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

Konsekuensi langsung dari penyakit kardiovaskular adalah serangan stroke. Badan Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan penyakit kardiovaskular akan menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Menurut pemaparan dr.Djoko Maryono, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari RS.Pondok Indah, penyebab penyakit kardiovaskular di Asia Pasifik disebabkan karena terlalu banyak konsumsi gula dan lemak, kurang olahraga, serta terlalu banyak radikal bebas (polusi udara, asap rokok, polusi elektromagnetik, hasil metabolisme tubuh).

 

Berikut adalah jenis-jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang harus diwaspadai:



- Serangan jantung
Terjadi bila arteri koroner tersumbat oleh gumpalan darah. Aliran darah yang dibawa arteri koroner jantung ke jantung ini terhambat dan mengakibatkan rusaknya sistem saraf/otot yang terkena dampak penyumbatan tersebut.

 

Serangan jantung yang paling mematikan adalah infark miokard akut atau gangguan irama jantung. Kebanyakan kematian disebabkan karena penderita terlambat dibawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama pada serangan jantung jenis ini adalah diangkut secepatnya dengan ambulans yang dilengkapi dengan alat defibrilator (alat untuk mengembalikan irama jantung) untuk memulihkan fungsi jantung penderita.

 

- Angina (nyeri dada)
Bila jantung bekerja ekstra keras, maka diperlukan lebih banyak suplai darah, dan jika sebagian dari arteri koroner jantung tersumbat, jantung tidak bisa memperoleh suplai darah yang diperlukan. Akibatnya timbul rasa nyeri atau sesak di dada. Biasanya angina bersifat mendadak, digambarkan seperti ditimpa benda berat atau diikat seutas tali di seputar dada. Sering timbul setelah olahraga atau saat sedang emosi.

 

Lokasi nyeri biasanya di bagian tengah dan kiri dada, sering diikuti penyebaran ke lengan kiri, leher, maupun dagu. Angina bisa hilang dengan sendirinya setelah beristirahat atau minum obat-obatan. Bila nyeri berlanjut hingga lebih dari 20 menit, itu menandakan bukan lagi sekadar penyempitan tapi telah terjadi pembuntuan arteri koroner.

 

- Stroke
Terjadi ketika suplai darah ke otak tersumbat. Biasanya disebabkan oleh gumpalan darah, tapi kadang bisa juga disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah (arteri) otak. Hal ini akan melumpuhkan sebagian anggota tubuh, menyebabkan gangguan bicara dan merusak fungsi otak lainnya. Seperti halnya serangan jantung, sebagian penyakit stroke bersifat ringan, tapi bisa juga berkembang sangat fatal.


Penulis: An
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Jendela

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
3D pedometer
Interhash 2012

Interhash merupakan event hash (olahraga lintas alam) terbesar dan diadakan secara internasional. Diikuti oleh kurang lebih 5000 orang hasher dari berbagai negara termasuk seluruh hash club di Indonesia dengan peserta yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas.

Pada tahun 2012 ini, diadakan event Interhash di kota Yogyakarta dan berpusat di candi Borobudur. Selama hampir satu minggu, para peserta akan berkumpul di basecamp hotel Rich, Jalan Magelang, Yogyakarta dan mengikuti run di candi Borobudur, Prambanan dll.

more information please visit http://www.interhash2012.com


 

Read More

Stres Lebih Berdampak Buruk Bagi Jantung Perempuan

Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak bagi kesehatan seseorang termasuk jantung. Tapi efek stres bagi jantung ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan berisiko kena masalah jantung akibat stres.

Studi baru menemukan aliran darah di jantung akan meningkat ketika laki-laki mengalami stres mental, tapi kondisi ini tidak terjadi pada perempuan sehingga membuatnya lebih mungkin memiliki masalah jantung ketika menderita gangguan emosi.

Para peneliti dari Penn State College of Medicine mengukur denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah di jantung pada 17 orang dewasa sehat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan saat istirahat dan ketika melakukan tes aritmatika selama 3 menit.

Sementara itu untuk meningkatkan kadar stres dari para peserta maka peneliti mendesak peserta untuk bergegas dan memberitahu peneliti manakah jawaban yang tepat dan mana yang salah.

Pada saat istirahat, laki-laki dan perempuan hanya menunjukkan sedikit perbedaan dalam denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah jantung. Namun saat stres mengerjakan tugas aritmatika, aliran darah ke jantung meningkat pada laki-laki sedang perempuan tidak.

"Ini yang membuat perempuan lebih rentan terhadap masalah jantung saat berada di bawah tekanan dan cenderung memiliki masalah jantung setelah mengalami peristiwa stres, seperti kehilangan pasangan," ujar pemimpin studi Chester Ray, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/4/2012).

Ray menuturkan pengurangan stres adalah bagian yang penting bagi siapa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Namun perempuan lebih ditekankan karena stres yang dialami berpotensi menempatkannya pada risiko lebih besar terkena koroner.

Dalam jumlah yang kecil atau sedikit, stres memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika stres yang terjadi terus menerus atau berlebihan maka bisa menyebabkan beberapa reaksi di dalam tubuh.

 
(ver/ir)

 

Read More

Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke

Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau tidak makan ikan sama sekali.


Hal ini berdasarkan kesimpulan dari analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada partisipan yang menderita stroke.

 

Read More

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang

Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Denyut jantung dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.

Read More

Visit Us May 22-26, 2012

Hotel Rich Jogjakarta
May 22-27  2012

Interhash 2012