|
kilas berita
|
|
ESWL: Menghancurkan Batu Ginjal dari Luar Tubuh |
|
|
|
Ditulis oleh Sandro Mihradi, mahasiswa program Doktor di Toyohashi University of Technology, Jepang.
|
|
Senin, 07 Januari 2008 |
|
Saat ini di Indonesia masih banyak yang belum mengenal Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy
(ESWL), sebagai salah satu terapi penyembuhan penyakit batu ginjal.
ESWL sebenarnya sudah bukan merupakan barang asing dalam dunia
kedokteran khususnya bagi para urologis. Sejak diperkenalkan
penggunaannya di awal tahun 1980-an, ESWL semakin populer dan menjadi
pilihan pertama dalam kasus umum penanganan penyakit batu ginjal.
Beberapa keuntungan dari ESWL diantaranya adalah dapat menghindari
operasi terbuka, lebih aman, efektif, dan biaya lebih murah, terutama
untuk prosedur ESWL yang sederhana sehingga tidak memerlukan perlakuan
berkali-kali.
ESWL merupakan terapi non-invasif, karena
tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien.
Sesuai dengan namanya, Extracorporeal berarti di luar tubuh, sedangkan Lithotripsy berarti penghancuran batu, secara harfiah ESWL memiliki arti penghancuran batu (ginjal) dengan menggunakan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh.
Dalam terapi ini, ribuan gelombang kejut ditembakkan ke arah batu
ginjal sampai hancur dengan ukuran serpihannya cukup kecil sehingga
dapat dikeluarkan secara alamiah dengan urinasi. Ilustrasi sederhana
teknik ESWL dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Penampang interior ginjal
A) Sebelum penembakan, B) Gelombang kejut yang difokuskan pada batu
ginjal, C) Tembakan dihentikan hingga serpihan batu cukup kecil untuk
dapat dibuang secara natural bersama air seni
Treatment ESWL, pasien dibaringkan di atas tempat tidur khusus dimana generator shock wave telah terpasang di bagian bawahnya. Sebelum proses penembakan dimulai, dilakukan pendeteksian lokasi batu ginjal menggunakan imaging probe (dengan ultrasound atau fluoroscopy), agar shock wave yang ditembakan tepat mengenai sasaran.
Pada lithotripter keluaran terbaru, umumnya telah dipasang anti-miss-shot device
yang memonitor lokasi batu ginjal secara kontinyu dan tepat waktu,
sehingga alat ini memiliki tingkat keakurasian tembakan sangat tinggi
dan pada saat bersamaan dapat meminimalkan terjadinya luka pada ginjal
akibat salah tembak. Sejarah lithotripter Ide penggunakan shock wave
untuk menghancurkan batu ginjal ternyata memiliki sejarah yang cukup
panjang. Jerman tercatat sebagai negara yang mempelopori pengembangan
ESWL. Pada awalnya riset yang digulirkan hanya ingin mempelajari
interaksi antara shock wave dengan biological tissue pada hewan.
Riset ini dilakukan antara tahun 1968 sampai 1971 di Jerman,
dilatarbelakangi oleh adanya insiden salah seorang pegawai perusahaan Dornier (saat ini perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan pembuat mesin lithotripter) secara tidak sengaja tersengat shock wave pada saat eksperimen.
Salah satu hasil dari riset ini adalah ditemukan bahwa shock wave mengakibatkan efek samping yang rendah pada otot, lemak, dan jaringan sel tubuh, dan bone tissue (jaringan tulang) tidak mengalami kerusakan saat dilalui oleh shock wave. Hasil penelitian ini kemudian membawa lahirnya ide penggunaan shock wave untuk menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh. Pada tahun 1971, Haeusler dan Kiefer telah memulai eksperimen in-vitro (dilakukan di luar tubuh) penghancuran batu ginjal dengan shock wave. Kemudian pada tahun 1974 pemerintah Jerman secara resmi memulai proyek penelitian dan aplikasi ESWL. Selanjutnya pada awal tahun 1980 pasien pertama batu ginjal diterapi dengan ESWL di kota Munich menggunakan mesin Dornier Lithotripter HM1. Sejak saat itu eksperimen lanjutan dilakukan secara intensif dengan in-vivo (dilakukan di dalam tubuh) maupun in-vitro. Akhirnya mulai tahun 1983, ESWL secara resmi diterapkan di rumah sakit di Jerman. Bagaimana lithotripter bekerja? Merupakan suatu hal yang menarik untuk mengetahui cara lithotripter bekerja, yaitu bagaimana shock wave dihasilkan, kemudian merambat masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan sasarannya, tanpa merusak media yang dilewatinya. Saat ini ada 3 jenis pembangkit shock wave yang digunakan dalam ESWL: electrohydraulic, piezoelectric, dan electromagnetic generator. Masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda, namun ketiganya menggunakan air sebagai medium untuk merambatkan shock wave yang dihasilkan. Electrohydraulic generator menggunakan spark gap untuk membuat "ledakan" di dalam air. Ledakan ini kemudian menghasilkan shock wave. Sedangkan piezoelectric generator, memanfaatkan piezoelectric efek pada kristal. Sedangkan electromagnetic generator, menggunakan gaya elektromagnetik untuk mengakselerasi membran metal secara tiba-tiba dalam air untuk menghasilkan shock wave. Dari 3 jenis generator di atas, electrohydraulic lithotripter merupakan lithotripter yang paling banyak digunakan saat ini [1]. Diagram skematik dari lithotripter ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Diagram skematik electrohydraulic lithotripter
Pada awalnya, shock wave
yang dihasilkan generator hanya memiliki tekanan yang rendah, kemudian
difokuskan pada satu lokasi dimana batu ginjal berada. Hanya pada titik
fokus inilah shock wave memiliki tekanan yang cukup besar untuk menghancurkan targetnya, sehingga tidak akan merusak bagian di luar daerah fokus ini. Dalam proses pengobatan, karena titik fokus lithotripter ini sudah fixed,
sebaiknya posisi pasien digeser sedemikian rupa sehingga batu ginjal
tepat berada dalam titik fokus tersebut. Untuk menghantarkan shock wave dari lithotripter
ke tubuh pasien, digunakan air atau gelatin sebagai media perantaranya,
dikarenakan sifat akustik keduanya paling mendekati sifat akustik tubuh
(darah dan jaringan sel tubuh), sehingga pasien tidak akan merasakan
sakit pada saat shock wave masuk ke dalam tubuh. ESWL di Indonesia
Saat ini penulis belum memiliki data pasti tentang berapa banyak rumah
sakit di Indonesia yang telah melayani prosedur ESWL. Mengingat harga lithotripter
yang cukup mahal mungkin hanya rumah sakit besar saja yang telah
memiliki alat ini. Mengenai biaya pengobatan dengan ESWL sangat
tergantung berapa kali tindakan ESWL yang diperlukan sampai pasien
benar-benar bebas dari batu ginjal. Di Amerika, rata-rata
pasien menjalani 1.5 kali tindakan ESWL [2] sampai benar-benar bebas
dari batu ginjal. Namun jika merujuk pada artikel kesehatan di Indosiar
pada 14 Januari 2006 lalu
(http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=48134) yang menyatakan bahwa
untuk sekali tindakan ESWL diperlukan biaya sekitar 4,5 juta rupiah,
maka dapat dikatakan bahwa terapi ini selain menawarkan keamanan dan
kenyamanan, juga menawarkan biaya pengobatan yang relatif murah. Daftar bacaan 1. JE Lingeman, in New developments in the management of urolithiasis, Igaku-Shoin, New York, 1996. 2. Andrew Street, Working Paper 29, Center for Health Program Evaluation, 1993. Sandro Mihradi, mahasiswa program Doktor di Toyohashi University of Technology, Jepang. Email:
Email telah dilindungi dari Spam Bots, Anda harus mengaktifkan Java untuk dapat melihatnya
|

Interhash 2012
Interhash merupakan event hash (olahraga lintas alam) terbesar dan diadakan secara internasional. Diikuti oleh kurang lebih 5000 orang hasher dari berbagai negara termasuk seluruh hash club di Indonesia dengan peserta yang rata-rata berumur 50 tahun ke atas.
Pada tahun 2012 ini, diadakan event Interhash di kota Yogyakarta dan berpusat di candi Borobudur. Selama hampir satu minggu, para peserta akan berkumpul di basecamp hotel Rich, Jalan Magelang, Yogyakarta dan mengikuti run di candi Borobudur, Prambanan dll.
more information please visit http://www.interhash2012.com
Read More
Stres Lebih Berdampak Buruk Bagi Jantung Perempuan
Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak bagi kesehatan seseorang termasuk jantung. Tapi efek stres bagi jantung ini berbeda antara laki-laki dan perempuan, karena perempuan berisiko kena masalah jantung akibat stres.
Studi baru menemukan aliran darah di jantung akan meningkat ketika laki-laki mengalami stres mental, tapi kondisi ini tidak terjadi pada perempuan sehingga membuatnya lebih mungkin memiliki masalah jantung ketika menderita gangguan emosi.
Para peneliti dari Penn State College of Medicine mengukur denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah di jantung pada 17 orang dewasa sehat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan saat istirahat dan ketika melakukan tes aritmatika selama 3 menit.
Sementara itu untuk meningkatkan kadar stres dari para peserta maka peneliti mendesak peserta untuk bergegas dan memberitahu peneliti manakah jawaban yang tepat dan mana yang salah.
Pada saat istirahat, laki-laki dan perempuan hanya menunjukkan sedikit perbedaan dalam denyut jantung, tekanan darah serta aliran darah jantung. Namun saat stres mengerjakan tugas aritmatika, aliran darah ke jantung meningkat pada laki-laki sedang perempuan tidak.
"Ini yang membuat perempuan lebih rentan terhadap masalah jantung saat berada di bawah tekanan dan cenderung memiliki masalah jantung setelah mengalami peristiwa stres, seperti kehilangan pasangan," ujar pemimpin studi Chester Ray, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/4/2012).
Ray menuturkan pengurangan stres adalah bagian yang penting bagi siapa saja, terlepas dari jenis kelaminnya. Namun perempuan lebih ditekankan karena stres yang dialami berpotensi menempatkannya pada risiko lebih besar terkena koroner.
Dalam jumlah yang kecil atau sedikit, stres memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika stres yang terjadi terus menerus atau berlebihan maka bisa menyebabkan beberapa reaksi di dalam tubuh.
(ver/ir)
Read More
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke
Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka
rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali
seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau
tidak makan ikan sama sekali.
Hal ini berdasarkan kesimpulan dari
analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun
dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada
partisipan yang menderita stroke.
Read More
Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang
Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung
normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100
kali per menit ketika sedang beristirahat.
Denyut jantung
dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan
jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung
sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.
Read More
Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi
SATU dari tiga orang dewasa
menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan
bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga
dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi
mereka.
Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog,
ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi
merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa
muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.
Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the
University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang
mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum
terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk
beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali
menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran
darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak).
Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali
rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing,"
tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.
Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut
Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap
selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan
naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini,
mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan
menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."
Read More
|
|
Visit Us May 22-26, 2012
Hotel Rich Jogjakarta
May 22-27 2012
Interhash 2012
|