ym pingbox


kilas berita

 

Stroke Kini Tak Kenal Usia Cetak halaman ini Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Ditulis oleh Reny Mardiningsih SURABAYA POST   
Rabu, 23 Desember 2009

Stroke bisa menyerang siapa saja. Bahkan mereka yang masih dalam usia produktif bisa terserang stroke.

Meski demikian, mereka yang terserang stroke bisa ditolong dalam waktu tiga jam sejak serangan terjadi. Terutama stroke yang disebabkan tersumbatnya saluran pembuluh darah. Jika pasien dilarikan ke rumah sakit kurang dari tiga jam setelah serangan, dokter bisa langsung mengeluarkan emboli atau sumbatan. Begitu emboli dikeluarkan dengan cara disedot, aliran darah ke otak bisa kembali lancar.

“Ibarat pipa air yang tersumbat, begitu penyumbatnya dibersihkan, air akan mengalir lancar,” kata Prof dr Margono Imam Sjahrir SpS(K), dokter spesialis syaraf dari RSUD dr Soetomo, Selasa (22/12).

Menurut Margono, siapa pun tidak bisa menghindari serangan stroke jika sudah terjadi penyumbatan. Hanya saja, dampak yang diakibatkan bisa sedikit diminimalisir apabila mereka yang terserang stroke segera ditangani. Kerusakan jaringan otak yang berakibat kelumpuhan sebagian atau seluruh bagian tubuh juga bisa dikurangi.

“Kuncinya mewaspadai gejala serangan stroke, seperti tiba-tiba cadel atau ada bagian tubuh yang mati rasa,” katanya.

Gejala serangan stroke pada masing-masing orang berbeda. Ada yang sifatnya ringan, seperti bagian tubuh mati rasa atau tidak bisa berbicara dengan jelas karena cadel. Ada juga yang langsung berat, misalnya tubuhnya mati separo. Margono menjelaskan, jika sudah mengalami gejala semacam itu, pasien sebaiknya langsung dilarikan ke rumah sakit. Kewaspadaan mereka yang berada di sekitar orang yang terserang stroke juga diperlukan. Mereka juga harus bisa memahami dan mengenali gejala stroke guna mengantisipasi keadaan yang lebih gawat.

Gejala stroke kadang sulit dikenali. Tapi jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, orang di sekitar korban stroke bisa menanyakan tiga hal.

Pertama, minta orang tersebut tersenyum. Margono mengatakan, jika orang itu terserang stroke, bibirnya mungkin tidak bisa tersenyum lebar. Pasalnya, mulut bisa mencong ke salah satu sisi akibat serangan stroke. Kalau sudah mencong, orang biasanya susah tersenyum.

Kedua, minta orang tersebut mengangkat kedua tangannya. Serangan stroke biasanya menyebabkan kelumpuhan separo badan. Imbasnya, ia hanya bisa mengangkat salah satu bagian tubuhnya. Jika ini terjadi, orang tersebut bisa jadi mengalami serangan stroke.

Ketiga, minta orang tersebut mengucapkan sebuah kalimat sederhana yang masuk akal. Misalnya, hari ini cerah. Jika orang tersebut tak bisa melakukannya, ia sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. “Ketidakmampuan berbicara bisa disebabkan salah satu syaraf di lidah tidak berfungsi akibat serangan stroke,” kata Margono.

Dominasi penderita stroke memang masih dari kalangan lansia. Pasalnya, kebanyakan kaum lansia mengalami penyempitan pembuluh darah karena faktor usia. Jika penumpukan makin banyak, darah tidak bisa mengalir lancar. Di sinilah serangan stroke terjadi.

Jika sudah pernah mengalami serangan stroke, seseorang harus benar-benar menjaga kondisinya. Pasalnya, serangan kedua bisa berakibat fatal. Mulai dari kelumpuhan seluruh bagian tubuh hingga kematian. Kondisi kesehatan bisa dijaga dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat. Selain itu, minum obat secara teratur untuk mencegah terjadinya penggumpalan pada aliran darah.

“Ibarat sampah yang menumpuk, gumpalan itu harus dipecah dengan menggunakan obat agar bisa mengalir melewati pembuluh darah,” kata Margono.

Ditegaskan, stroke bukan lagi milik kaum lansia. Penderita stroke kini bergeser ke usia produktif. Penyebabnya karena gaya hidup tidak sehat. “Mereka yang memiliki kebiasaan merokok atau minum alkohol sangat berpeluang mengalami serangan stroke di usia muda,” kata Margono.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

 

Jendela

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
Makan Ikan 3 Kali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Stroke

Cambridge, Bila ingin jauh dari risiko stroke, maka rajin-rajinlah makan ikan. Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau tidak makan ikan sama sekali.


Hal ini berdasarkan kesimpulan dari analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada partisipan yang menderita stroke.

 

Read More

Takikardia, Membuat Jantung Berdebar Kencang

Takikardia adalah denyut jantung yang lebih cepat daripada denyut jantung normal. Jantung orang dewasa yang sehat biasanya berdetak 60 sampai 100 kali per menit ketika sedang beristirahat.

Denyut jantung dikendalikan oleh sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke seluruh jaringan jantung. Takikardia disebabkan oleh suatu kelainan di dalam jantung sehingga menghasilkan sinyal listrik yang cepat.

Read More

Kenali Tujuh Akibat Pengobatan Hipertensi

SATU dari tiga orang dewasa menderita hipertensi. Data dari Asosiasi Jantung Amerika memaparkan bahwa hanya 61 persen yang menjalani pengobatan dan sekitar dua per tiga dari mereka yang menjalani pengobatan tidak mengontrol hipertensi mereka.

Mengapa ada yang tidak melakukan pengobatan? Menurut kardiolog, ketakutan pasien terhadap komplikasi akibat obat-obat hipertensi merupakan salah satu pemicunya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa muncul setelah melakuan pengobatan hipertensi dan cara mengatasinya.

Kelelahan dan pusing
Kelelahan, menurut Dan Jones, MD, dari School of Medicine di the University of Mississippi, merupakan masalah paling umum saat orang mulai menggunakan obat-obat hipertensi. Hal ini, terang Jones, umum terjadi pada orang tua. Jika tekanan darah sudah meningkat untuk beberapa waktu, pada saat obat digunakan dan tekanan darah kembali menurun perlahan, maka untuk sementara waktu terjadi pengurangan aliran darah di beberapa pembuluh darah (termasuk pembuluh darah di otak). Pembuluh darah yang mengerut memerlukan waktu untuk kembali rileks."Penurun aliran darah ini bisa menyebabkan kelelahan dan pusing," tutur Jones, seperti dikutip situs webmd.com.

Pasien yang merasa kelelahan saat menggunakan obat-obatan, lanjut Jones, bisa mengontrol gejala tersebut dengan mengonsumsi obat setiap selang beberapa hari."Jika menghentikan penggunaan, tekanan darah akan naik dan pasien merasa lebih baik. Tapi jika meneruskan siklus ini, mereka tidak akan pernah berhenti merasakan kelelahan, yang umumnya akan menghilang setelah dua hingga enam minggu terapi."


Read More

9 dari 10 Orang Hipertensi Karena Keturunan

Jakarta, Hipertensi atau tekanan darah tinggi memang diketahui merupakan suatu kondisi yang diturunkan. Sebanyak 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi terbukti karena faktor keturunan.

"Sekitar 90-95 persen atau 9 dari 10 penderita hipertensi karena faktor keturunan, jadi artinya sudah ada bakat yang diturunkan," ujar Prof DR Dr Jose Roesma, SpPD-KGH dalam acara The 5th Scientific Meeting on Hypertension 2011 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Sabtu (26/2/2011).

Read More

Kalori yang Dibakar Saat Berjalan Tergantung Tinggi Badan

Jakarta, Berjalan kaki bisa membantu membakar kalori di dalam tubuh. Tapi ternyata jumlah kalori yang dibakar dalam aktivitas berjalan ini tergantung dari tinggi badan yang dimiliki seseorang.

Para peneliti mengungkapkan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi banyaknya kalori yang dibakar saat seseorang berjalan, yaitu jarak yang ditempuh dan juga mempertimbangkan ukuran tubuh.

Read More

Berita sejenis

Indomedica kemayoran B070 May 5-8 2011

 

Tersedia di Indomedica

Kemayoran booth B070

May 5- 8 2011

pemesanan: 021 98721137

kami hadiri19-22 Okt 2011: